Diabetes tipe 2 selama ini identik sebagai penyakit orang lanjut usia. Namun, tren data terbaru dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Perhimpunan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) membunyikan alarm bahaya: prevalensi penderita diabetes di rentang usia 20-an hingga 30-an tahun melonjak hingga lebih dari 60 persen dalam satu dekade terakhir.
Faktor pemicu utamanya sangat jelas, yaitu perubahan ekstrem dalam gaya hidup dan pola makan. Merebaknya tren minuman kekinian bermodel boba, kopi susu gula aren, serta makanan olahan ultra-proses (ultra-processed food) membuat asupan gula harian generasi muda melonjak tak terkendali. Ditambah dengan pola kerja duduk berjam-jam tanpa aktivitas fisik yang memadai, resistensi insulin pun tak terhindarkan.
Menanggapi situasi darurat ini, pemerintah tengah merancang regulasi ketat berupa pengenaan cukai untuk Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK). Kebijakan ini diharapkan dapat memaksa produsen untuk mereformulasi produk mereka agar lebih rendah gula, sekaligus menjadi edukasi paksa bagi masyarakat untuk mulai beralih ke pola konsumsi air mineral.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
*Sumber: CNN Indonesia Health*















