Dalam upaya nyata memerangi penyakit endemis Demam Berdarah Dengue (DBD) yang sering memakan korban jiwa setiap musim hujan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akhirnya memulai program pendistribusian vaksin DBD generasi terbaru secara massal. Vaksin ini dikembangkan oleh konsorsium peneliti lokal bekerja sama dengan lembaga riset kesehatan internasional.
Uji klinis fase III menunjukkan bahwa vaksin ini memiliki tingkat efikasi mencapai 85 persen dalam mencegah infeksi dari keempat serotipe virus dengue yang beredar di Indonesia. Lebih penting lagi, vaksin ini terbukti mampu mencegah hingga 95 persen risiko rawat inap dan komplikasi pendarahan fatal yang kerap dialami penderita.
“Fokus distribusi tahap pertama kami adalah 10 provinsi dengan angka insiden DBD tertinggi. Anak-anak usia sekolah dasar menjadi prioritas penerima vaksin karena mereka merupakan kelompok umur yang paling rentan terhadap komplikasi virus ini,” jelas Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dalam konferensi pers peluncuran vaksin di Jakarta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
*Sumber: Kompas Kesehatan*















