Badan Pusat Statistik (BPS) merilis laporan kinerja ekonomi nasional dengan angka yang sangat menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal ini tercatat mencapai 5,8 persen (Year-on-Year), menjadikan Indonesia sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Asia Tenggara, mengungguli Vietnam dan Filipina.
Faktor utama pendorong lonjakan ekonomi ini adalah kuatnya daya beli dan konsumsi domestik yang kembali pulih total pasca gejolak inflasi tahun lalu. Selain itu, kinerja ekspor dari produk-produk hilirisasi tambang, khususnya nikel dan tembaga olahan, menyumbang surplus neraca perdagangan yang sangat masif.
Menteri Keuangan menyatakan bahwa tren positif ini harus terus dijaga dengan kebijakan fiskal yang hati-hati namun pro-pertumbuhan. “Kita harus bersyukur bahwa fundamental makro ekonomi kita sangat solid di tengah ketidakpastian kondisi global,” pungkasnya dalam paparan APBN KiTa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT















