Panel pakar kesehatan, ahli gizi, dan dokter spesialis secara aklamasi kembali menobatkan Diet Mediterania (Mediterranean Diet) sebagai pola makan paling sehat dan paling direkomendasikan secara global untuk kesekian kalinya. Predikat ini tidak berlebihan mengingat tumpukan jurnal medis yang membuktikan keampuhannya secara empiris.
Alih-alih menyiksa diri dengan menahan lapar atau pantangan ekstrem, diet Mediterania lebih menekankan pada ‘kualitas’ makanan. Konsep utamanya sangat sederhana: mengutamakan konsumsi sayuran segar, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, minyak zaitun murni (extra virgin olive oil) sebagai sumber lemak utama, serta konsumsi ikan laut dalam beberapa kali seminggu, sembari membatasi konsumsi daging merah dan gula tambahan.
Studi longitudinal jangka panjang menunjukkan bahwa mereka yang disiplin menerapkan pola makan ini mengalami penurunan risiko yang sangat tajam terhadap penyakit kardiovaskular, stroke, Alzheimer, dan kanker usus besar. Ahli gizi lokal di Indonesia menyarankan adaptasi diet ini menggunakan kearifan pangan lokal, seperti mengganti ikan salmon liar dengan ikan kembung atau tenggiri yang kaya akan Omega-3, dan menggunakan tempe sebagai alternatif protein nabati super.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
*Sumber: Alodokter*














