Sejarah baru dalam dunia medis Indonesia tercipta pagi ini. Rumah Sakit Umum Pusat Nasional secara resmi mulai menggunakan teknologi bedah robotik termutakhir (Robotic-Assisted Surgery) untuk menangani kasus-kasus operasi kompleks, seperti operasi kanker prostat, tumor otak, hingga bedah kardiovaskular mikro.
Sistem robotik ini dikendalikan sepenuhnya oleh dokter spesialis bedah melalui sebuah konsol dengan layar tiga dimensi (3D) beresolusi sangat tinggi. Lengan robot mampu bergerak dengan derajat kebebasan yang tidak mungkin dicapai oleh pergelangan tangan manusia, sehingga memungkinkan dokter untuk menjangkau area anatomis tersulit dengan tingkat presisi nyaris sempurna tanpa adanya getaran tangan (tremor).
“Keuntungan utama dari teknologi ini adalah sayatan yang dihasilkan sangat minimal (minimally invasive). Dampaknya, rasa sakit pasca operasi jauh berkurang, risiko pendarahan sangat kecil, dan pasien bisa pulang ke rumah hanya dalam waktu dua hingga tiga hari setelah operasi besar,” ujar Ketua Tim Bedah Robotik. Meski biayanya masih cukup tinggi, BPJS Kesehatan menyatakan tengah mengkaji skema pembiayaan bertahap agar teknologi ini kelak bisa diakses oleh masyarakat luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
*Sumber: Antara News*














